Saturday, February 24, 2024
HomeTrending Viral14 Siswi SMP di Lamongan Dibotaki Guru karena Tak Pakai Ciput

Viral: 14 Siswi SMP di Lamongan Dibotaki Guru karena Tak Pakai Ciput

14 Siswi SMP di Lamongan Dibotaki Guru

Berita Viral: Seorang guru SMPN 1 Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur, menggunduli belasan siswi sebagai hukuman karena mereka tidak menggunakan dalaman jilbab atau ciput.

Kepala SMPN 1 Sukodadi, Harto, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Rabu (23/8) saat seorang guru dengan inisial EN sedang mengajar siswi kelas IX.

“Hal ini terjadi pada tanggal 23 Agustus 2023, dalam rangka menjaga kedisiplinan. Saat berada di sekolah, selama jam pelajaran,” ungkap Harto pada Selasa (29/8).

Di dalam kelas tersebut, guru tersebut menemukan bahwa 14 siswi mengenakan jilbab namun tidak pakai ciput di dalamnya.

- Advertisement -

Setelah mengetahui hal ini, EN memutuskan untuk menghukum belasan siswi dengan cara mencukur rambut mereka menggunakan mesin cukur. Sebagai hasilnya, bagian kepala para siswi tersebut menjadi botak sebagian.

Harto menjelaskan bahwa pada dasarnya tidak ada peraturan di SMPN 1 Sukodadi yang mengharuskan siswi menggunakan ciput.

“Tidak ada peraturan yang mengharuskan penggunaan ciput, ini hanya berkaitan dengan kedisiplinan,” katanya.

Orang Tua tak Terima

Aksi guru tersebut memicu kontroversi. Beberapa orang tua tak terima dan protes bahwa anak-anak mereka digunduli.

Mediasi diadakan keesokan harinya, yaitu pada Kamis (24/8), dengan kehadiran Harto, guru EN, dan 10 orang tua siswi yang menjadi korban gundul.

Dalam mediasi tersebut, menurut Harto, para orang tua dan guru EN sepakat untuk saling memaafkan. EN mengakui bahwa tindakannya adalah kesalahan.

Namun, menurut Harto, tindakan EN tidak dapat dibenarkan. Ia telah melaporkan peristiwa ini kepada Dinas Pendidikan Lamongan.

Guru Dilarang Mengajar

Saat ini, EN telah ditarik oleh Dinas Pendidikan Lamongan dan dilarang untuk mengajar di SMPN 1 Sukodadi hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Tindakan tersebut adalah tindakan yang salah. Kami sudah melaporkannya ke dinas dan sekarang guru tersebut ditarik ke dinas untuk mendapatkan pembinaan. Dia tidak diizinkan mengajar,” ungkapnya.

Harto juga sedang berupaya mencari seorang psikolog untuk memberikan pendampingan kepada siswi-siswi yang digunduli. Dia berharap para siswi tersebut tidak akan mengalami trauma yang berkepanjangan.

“Saat ini, kami sedang mencari seorang psikolog agar mereka tidak merasa terpuruk, walaupun anak-anak sudah kembali bersekolah,” tambahnya.

14 Siswi SMP di Lamongan Dibotaki Guru – SATUVIRAL

Di sisi lain, seorang anggota keluarga korban yang dikenal dengan inisial S, enggan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kejadian ini. Hal ini disebabkan kekhawatiran bahwa penjelasan lebih lanjut dapat memperparah trauma yang dialami oleh keponakannya.

“Kami mohon maaf jika kami tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut, karena melihat dampaknya yang dapat memperparah trauma korban,” ucap S.

Find us on Social Media

- Advertisement -

Popular Categories

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -