Saturday, December 10, 2022
- Advertisement -
HomeTech5 Mitos Gerhana Matahari yang Keliru

Viral: 5 Mitos Gerhana Matahari yang Keliru

Gerhana Matahari Total 25 Oktober

Berita Terkini; Fenomena gerhana Matahari terjadi pada hari ini 25 Oktober 2022. Gerhana matahari terjadi karena bulan berada di antara matahari dan bumi. Sejumlah mitos mencuat mengenai gerhana Matahari. Berikut 7 mitos Gerhana Matahari yang salah dan tidak terbukti kebenarannya.

Gerhana Matahari total terjadi saat kerucut bayangan bulan memotong permukaan bumi. Peristiwa ini bisa diamati oleh siapa pun di dalam zona bayangan ini. Sementara jika gerhana Matahari sebagian, Bulan hanya menutup sebagian Matahari.

Mengutip situs Time and Date, Selasa (25/10/2022), gerhana matahari ini akan dimulai dari jam 15.58, tertutup penuh pada pukul 18.00, dan berakhir pada 20.00 WIB. Sayangnya, fenomena langka ini tidak dapat disaksikan masyarakat Indonesia. Wilayah yang dapat menyaksikan fenomena ini, antara lain Eropa, Asia Selatan/Barat, Afrika Utara/Timur, dan Atlantik.

Situs LAPAN menyebutkan, pada 20 April 2023 mendatang warga Tanah Air dapat menyaksikan terjadinya fenomena gerhana matahari hibrida. Fenomena tersebut dapat diamati secara jelas di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Papua.

Walau tidak dapat menyaksikan fenomena tersebut secara langsung, kamu yang penasaran dapat menyaksikan live streaming gerhana matahari di situs TimeandDate.com dan Space.com.

Berikut 5 mitos Gerhana Matahari yang keliru dan tidak benar.

Berita Viral SatuViral – SATUVIRAL

Negara Yang Bisa Melihat Gerhana Matahari Pada 30 April 2022

Satuviral

Melihat Gerhana Matahari Langsung Sebabkan Kebutaan

Rumor ini kurang tepat. Dilansir dari LiveScience, cahaya matahari secara umum memang berbahaya untuk mata kita. Namun, hal ini tidak hanya berlaku saat gerhana saja.Melihat gerhana matahari dengan mata telanjang cukup untuk membuat kita mengalami solar retinopathy.

Mata akan menjadi kabur dan sulit untuk melihat hal-hal yang detail. Kebutaan memang mungkin terjadi jika kamu melihat gerhana dalam jangka waktu yang lama. Namun biasanya mata tidak akan mampu melakukannya karena terlalu silau dan terang.

Matahari dimakan oleh Makhluk Jahat

Ini mitos paling banyak beredar di masyarakat. Bahkan dalam kisah-kisah legenda, disebutkan matahari dimakan oleh Raksasa atau mahluk asing yang besar. Menurut laman National Geographic, mitos ini berasal dari bangsa Viking.

Diceritakan bahwa saat itu, masyarakat melihat bayangan sepasang serigala di langit. Keduanya tampak mengejar Matahari. Setelah mereka menangkap cahayanya, gerhana pun terjadi. Itulah kenapa mereka mengira bahwa gerhana terjadi karena makhluk jahat.

Namun dengan perkembangan teknologi, kamu sudah tahukan mengapa terjadi gerhana Matahari? Hanya dengan membaca penjelasan diatas kamu tentu sudah bisa menebak kalau itu hanya mitos, kan?

 – SATUVIRAL

Menyebabkan Perubahan Cuaca yang Berbahaya

Konon katanya, setelah gerhana terjadi, akan muncul embun dan kabut yang mengandung racun dari langit. Mitos ini banyak dipercaya oleh masyarakat Jepang, Alaska, dan Amerika zaman dahulu.

Nyatanya, gerhana matahari tidak akan menimbulkan perubahan cuaca yang berarti. Menurut laman Mental Floss, setelah peristiwa itu terjadi, langit akan menjadi lebih gelap daripada biasanya, suhu udara turun, serta berubahnya arah angin. Tidak ada perubahan yang membahayakan.

Pertanda Bencana dan Kematian

Langit yang menggelap secara tidak biasa saat gerhana matahari sering kali dianggap sebagai pertanda bencana. Juga pertanda adanya sebuah kematian. Namun anggapan ini tentu tidak benar. Anggapan ini muncul di jaman dahulu karena ilmu astronomi dan teknologi belum berkembang pesat seperti sekarang.

Di antara semua mitos di atas, mana yang sempat kamu percayai? Sekarang kamu sudah tahu kebenarannya, jadi tidak perlu lagi percaya pada hal yang tidak berdasar. Selamat menyaksikan gerhana matahari, ya!

Dapat Meracuni Makanan dan Berbahaya Bagi Ibu Hamil

Berita Viral SatuViral – SATUVIRAL

Banyak orang yang percaya bahwa gerhana matahari dapat mengubah makanan menjadi beracun. Itulah kenapa kita tidak disarankan untuk makan dan minum ketika peristiwa itu terjadi. Padahal radiasi yang dipancarkan oleh gerhana matahari tidak akan mengubah senyawa dalam makanan.

Tak hanya itu, tingkat radiasi sebenarnya juga tidak berubah saat gerhana. Jadi, kalau kamu ingin menyaksikan gerhana matahari sambil makan, tidak masalah sob. Tapi lebih asyik menyaksikan gerhana ga sambil makan atau minum.

Banyak pula orang yang percaya bahwa perempuan hamil yang melihat gerhana matahari akan berada dalam bahaya. Janin akan lahir cacat, buta, dan bahkan terancam nyawanya. Sedangkan sang ibu baik-baik saja.

Ini tidak benar. Satu-satunya masalah kesehatan yang patut diwaspadai saat melihat gerhana adalah solar retinopathy.

So, ga usah takut ya Sob untuk menonton Gerhana Matahari. Siapkan teropong, kacamata hitam, dan alas tikar untuk alas tiduran. Biar kamu ga cape mendongak ke atas kelamaan.

Baca terus Satu Viral agar menjadi media Berita Viral yang memberikan info viral kepada kawula muda. Setiap harinnya akan memberikan Berita Viral Terkini dan Info Viral terupdate untuk kamu.

Jangan lupa cek category Event Satu Viral karena dengan membaca artikel Satu Viral kamu bisa bergabung dengan komunitas  #satucircle dan dapatkan jutaan hadiahnya.

Find us on Social Media

   
Facebook SatuViral
   
Twitter SatuViral
Youtube Channel SatuViral
   
Tiktok SatuViral
   
Pinterest SatuViral
LinkedIn SatuViral
   
Medium SatuViral
   
Vimeo SatuViral

Popular Categories

Ads on Satuviral

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com