Monday, October 2, 2023
HomeTrending ViralBalita 3 Tahun di Samarinda Positif Sabu Usai Dikasih Minum Air Putih

Viral: Balita 3 Tahun di Samarinda Positif Sabu Usai Dikasih Minum Air Putih

Balita 3 Tahun di Samarinda Positif Sabu

Berita Viral: Kasatreskrim Polresta Samarinda Kompol Rengga Puspo Saputro mengatakan, satu orang telah menjadi tersangka dan ditahan usai peristiwa balita 3 tahun positif sabu. 

“Yang bersangkutan pada saat kejadian sedang menumpang di rumah temannya. Peran pelaku memberikan air mineral kepada ibu korban untuk diminum anaknya,” kata Rengga.

Rengga mengatakan pelaku sudah mengetahui botol air yang digunakan untuk minum anak tersebut adalah botol yang sebelumnya digunakan untuk menghisap sabu.

“Usai dipakai botol disimpan di bawah meja tamu. Saat ibu korban minta air, pelaku yang sudah tahu itu bekas sabu diberikan lagi pada ibu korban,” katanya.

Informasi sebelumnya, balita tiga tahun di Samarinda, Kaltim, positif narkoba usai meminum air yang diberikan tetangganya. Selain tidak bisa tidur selama dua hari, balita tersebut juga tidak mau makan. Ibu korban, Melly Pamela, mengungkap kepada wartawan tentang kronologis mengapa balita itu bisa jadi positif narkoba.

- Advertisement -

“Selasa sore tetangga saya chat minya saya ke rumahnya untuk cabut uban. Di sana, anak saya haus, dan tuan rumah mengasih saya botol (air mineral) isinya sudah setengah airnya,” kata Melly.

Melly mengaku usai pulang ke rumah, anaknya tidak mengonsumsi apa-apa lagi.

Balita 3 Tahun di Samarinda Positif Sabu - Satuviral – SATUVIRAL

Anak Tak Mau Makan dan Tidur 2 Hari

“Tapi kok sudah jam 9 malam sampai jam 12 malam tidak mau tidur. Paginya saya menghubungi lagi teman saya, saya chat, mba ini air apa yang dikasih ke anak saya?” katanya.

Ditanya hal itu, tetangga Melly mengatakan bahwa air tersebut dibeli dari warung. Tapi Melly bingung kata orang-orang ini seperti efek narkoba. Lalu Melly mengatakan ingin memeriksakan ke BNN.  

Narkoba Zombie di AS Menyebar, Pecandu Gerogoti Daging Sendiri

Satuviral

Kemudian pada Rabu (6/8), didampingi Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim, Rina Zainun berobat ke Rumah Sakit Jiwa Samarinda bersama orang tua dan anak korban.

“Rabu malam saya koordinasi dengan Kabid Keperawatan Rumah Sakit jiwa. Akhirnya diarahkan periksa air kencing, satu jam setelah itu hasilnya keluar ternyata positif metamfetamin (narkoba),” ungkapnya.

Find us on Social Media

- Advertisement -

Popular Categories

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -