Wednesday, February 28, 2024
HomeTrending ViralBayi 54 Hari Meninggal Karena Diberi Jamu, Ini Tanggapan Kemenkes

Viral: Bayi 54 Hari Meninggal Karena Diberi Jamu, Ini Tanggapan Kemenkes

Viral di Media Sosial

Info Viral: Ramai kisah seorang ibu yang berbagi kisah tragis anaknya. Sang ibu mengatakan anaknya meninggal setelah keluarganya memberikan obat tradisional.

Kisah ini awalnya dibagikan di Facebook Aya Cans. Dalam tulisan ini, anaknya yang berusia 54 hari meninggal dunia setelah meminum perasan daun kecipir dan kencur.

“Anak saya yang berumur 54 hari harus meninggal dunia karena diberi ramuan tradisional daun kecipir dan perasan kencur. Saya sebagai ibunya sudah melarang nggak usah ngasih tapi keluarga saya tetap kasih,” tulisnya dalam postingan tersebut.

Usai Salju dan Pegunungan Menghijau, Muncul Danau dan Sungai di Gurun Pasir Arab Saudi

Satuviral

Dokter Angkat Bicara

Sang ibu juga mengatakan anaknya mengalami sesak napas sesaat setelah meminum ramuan tersebut. Sayangnya, nyawa putranya tidak terselamatkan saat tiba di rumah sakit.

Menurut dokter, keadaan ini menunjukkan bahwa orang tua belum teredukasi tentang bahaya pemberian obat, meski mengandung ramuan tradisional.

- Advertisement -

Dokter Spesialis Anak dr Kurniawan Satria Denta, MSc, SpA menegaskan, anak di bawah satu tahun sebaiknya tidak diberikan obat herbal tradisional untuk meredakan sakit.

Bayi 54 Hari Meninggal Karena Diberi Jamu, Ini Tanggapan Kemenkes - Satuviral – SATUVIRAL

Anak-anak di bawah usia satu tahun yang mengkonsumsi jamu tradisional berisiko mengalami gangguan pernafasan atau pernapasan, keracunan, intoleransi dan infeksi.

Kalau bayi sakit, dr Denta mengatakan air susu (ASI) cukup untuk menyembuhkannya.

“Obat utama untuk bayi yang sakit sebenarnya terdapat secara alami pada ASI,” pungkas dr Denta.

Saran dari Kemenkes

Kementerian Kesehatan mengimbau para orang tua agar tidak sembarangan memberikan obat kepada anaknya saat sakit.

dr Nadia, Kepala Biro Komunikasi Kemenkes RI berpesan agar para orang tua selalu dapat membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat.

Bukan tanpa alasan, ini untuk meminimalkan risiko tidak perlu yang datang dengan pertolongan pertama.

Desain Aplikasi Lion Air Disorot, Warganet: Jadi Takut

Satuviral

“Selama sakit, kami selalu menyarankan dan mengimbau orang tua untuk berobat ke puskesmas atau rumah sakit atau tenaga medis,” jelas dr Nadia.

“Itu pilihan pertama karena kita tidak tahu kondisi anak itu seperti apa, bisa serius atau bisa ringan,” lanjutnya.

Jika orang tua memilih untuk tidak membawa anaknya ke fasilitas kesehatan karena alasan keuangan, ada beberapa pilihan yang tersedia.

Salah satunya dengan memanfaatkan skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). dr Nadia menegaskan bahwa pelayanan medis kini lebih mudah diakses.

Yuk buka Satu Viral biar ga kelewatan berita terkini. Mau baca info viral, berita viral, gosip viral, atau artis viral? Semuanya lengkap!

Find us on Social Media

- Advertisement -

Popular Categories

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -