Monday, March 4, 2024
HomeKulinerDesa Randegan, Desa yang Warganya Tidak Boleh Menjual Nasi

Viral: Desa Randegan, Desa yang Warganya Tidak Boleh Menjual Nasi

Di Desa Randegan Ini Tidak Boleh Menjual Nasi

Info Viral: Di Desa Randegan, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, tidak ada satu pun penjual nasi. Warga Desa ini mempercayai bahwa siapapun yang berani menjual nasi akan menghadapi hal yang mengerikan.

Pantangan menjual nasi ini telah dipegang teguh selama bertahun-tahun. Mereka yang melanggar larangan ini sering mengalami nasib buruk. Salah satunya adalah kisah seorang penjual nasi goreng yang mengalami kejadian aneh.

Di sepanjang jalan Tanggulangin hingga Tulangan di Desa Randegan, tidak ada warung penjual makanan seperti nasi rawon, nasi soto, atau nasi goreng (nasgor).

Sebagian besar penduduk Desa ini yang berjualan makanan lebih memilih makanan selain nasi, seperti lontong atau jenis makanan lain, dan mereka juga menghindari rujak ulek yang juga dianggap tabu.

- Advertisement -

Cerita Warga Jika Jualan Nasi

Seorang warga Desa Randegan, Sholkan, menceritakan sebuah peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu ketika seorang pendatang berani melanggar pantangan tersebut.

Pada sekitar tahun 2002, seorang pendatang dari luar Desa tersebut membuka usaha penjualan nasi goreng di pinggir jalan. Warga setempat telah memberikan peringatan, tetapi orang tersebut tidak mempercayainya.

“Tiga hari kemudian, ketika penjual nasi goreng itu sedang sibuk melayani pembeli, tiba-tiba gerobaknya terbakar. Bahkan penjualnya melarikan diri,” kata Sholkan.

Seorang warga Randegan lainnya, Anik, membenarkan adanya pantangan tersebut. Dia sendiri tidak ingin melanggarnya karena meyakini bahwa hal itu akan membawa sial.

“Menurut cerita, jika seseorang berjualan nasi, hidupnya akan selalu sial dan rumah tangganya akan tidak harmonis. Saya tidak berani melanggar,” ungkapnya.

Ada juga kisah lain yang diceritakan oleh Suyadhim, juru kunci makam di desa tersebut, yang dikenal sebagai Mbah Sosro. Kisah tersebut melibatkan penjual nasi bebek.

“Banyak orang dari desa lain tidak mempercayai cerita ini dan menganggapnya sebagai hal mistis. Beberapa dari mereka bahkan mencoba berjualan nasi bebek. Tidak lebih dari satu bulan, mereka menghilang, katanya nasinya tiba-tiba menjadi basi,” kata Suyadhim.

Desa Ini Tidak Menjual Nasi – SATUVIRAL

Jika Jualan Nasi akan Mengalami Kesulitan

Pantangan ini, menurut Suyadhim, berlaku bahkan untuk penduduk Desa Randegan yang tinggal di desa lain. Mereka yang berani berjualan makanan yang melibatkan nasi sering mengalami kesulitan dalam kehidupan.

“Pernah ada seorang warga Desa Randegan yang menikah dengan penduduk desa lain. Kemudian, dia mencoba berjualan nasi di daerah lain, namun usahanya gagal,” katanya.

Meskipun dia pindah ke desa lain, usahanya tetap tidak berjalan lancar. Bahkan, akhirnya dia harus bercerai dengan istrinya.

“Sudah ada buktinya. Itulah mengapa meskipun warga Desa ini pindah, mereka tetap tidak berani menjual nasi. Ada yang mencoba melanggar larangan, dan akhirnya harus bercerai dengan istrinya,” kata Suyadhim.

Konon, menurut Suyadhim, Mbah Sosro, sebagai pembabat alas desa setempat, pernah meminta anak cucunya untuk tidak menjual nasi. Dia menyatakan bahwa pada masanya, penjual nasi selalu mengalami kesulitan dan kesedihan.

Namun, cerita sebenarnya tentang pantangan ini masih menjadi misteri, dan Suyadhim hanya mendengarnya dari orang lain sebelumnya.

Find us on Social Media

- Advertisement -

Popular Categories

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -