Monday, February 26, 2024
HomeSportsSepakbolaGubernur Bali Tolak Timnas Israel Main di Piala Dunia U-20

Viral: Gubernur Bali Tolak Timnas Israel Main di Piala Dunia U-20

Gubernur Bali Kirim Surat ke Menpora

Berita Bola: Gubernur Bali, Wayan Koster, dengan tegas menolak timnas Israel bertanding di Indonesia untuk ajang Piala Dunia U-20.

Bentuk penolakannya bahkan sampai berupa surat resmi yang dikirimkan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali.

Isi surat tersebut fokus pada pembahasan penyelenggaraan Piala Dunia U-20, dan Koster meminta timnas Israel tidak bermain di Bali.

Surat dari Koster kepada Menpora didistribusikan dengan nomor T.00.426/11470/SEKRET. Surat ini bertanggal 14 Maret 2023.

Koster menulis dalam suratnya bahwa kebijakan politik Israel terhadap Palestina tidak sejalan dengan arah politik Indonesia.

PSSI Tak Punya Kuasa Jegal Timnas Israel ke Piala Dunia U-20

Satuviral
- Advertisement -
Gubernur Bali Tolak Timnas Israel Main di Piala Dunia U-20 - Satu Viral – SATUVIRAL

“Ini tetap menjadi masalah serius dalam politik regional,” tulis Koster dalam surat tersebut seperti yang dilansir berita bola dari sumber terpercaya.

Menurut Koster, pemerintah Indonesia sama sekali tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Untuk menghormati hubungan diplomatik Indonesia dengan negara lain, Koster mengusulkan agar Indonesia melarang kedatangan tim Israel.

Koster menegaskan penolakannya atas keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20 yang akan digelar mulai 20 Mei hingga 11 Juni 2023.

Selain Bali, perhelatan FIFA U-20 2023 juga akan digelar di DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.

“Kami minta Menpora mengambil kebijakan yang melarang tim Israel bermain di Bali. Pemprov Bali kami menolak Israel bermain di Bali,” tambah Koster.

Bagaimana Sikap PSSI?

Ratu Tisha selaku Wakil Ketua Umum PSSI dan Wakil Ketua LOC Piala Dunia U-20 2023, coba merespon isu penolakan timnas Israel.

Tisha menjabarkan bahwa sesungguhnya PSSI hanya fokus pada persiapan teknis Timnas Indonesia U-20, sedangkan LOC atau panitia lokal fokus pada teknis pelaksanaan.

Kepanitiaan LOC sendiri dipimpin langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dan Tisha menjabat posisi Wakil Ketua.

Lebih lanjut, Tisha menegaskan kalau PSSI dan LOC tidak bisa mengambil tindakan khusus terhadap timnas Israel U-20, karena itu merupakan domain pemerintah.

“Seperti yang disampaikan Ketum dan Waketum, kita fokus pada teknis pelaksanaan. PSSI fokus pada persiapan teknis timnas. Sejak kita menerima penunjukan [tuan rumah Piala Dunia] U-20 pada 2019,” kata Tisha.

“Kita harus menyiapkan dokumentasi teknis seperti lapangan, venue, media, promosi, dan lain-lain,” kata Tisha.

Meski tidak ada kekuatan dalam konteks kedatangan timnas Israel, Tisha bakal memastikan PSSI akan terus berkoordinasi dengan aparat pemerintah.

“Jadi PSSI fokus dalam hal tersebut. Isu-isu lain yang timbul di antaranya itu pemerintah bersama kita sejak awal bersama-sama sampai hari ini. Itu akan jadi sinergi dengan pemerintah. Kami PSSI fokus teknis penyelenggaraan,” ujar Tisha.

Selain fokus pada teknis implementasi, Tisha juga mengatakan PSSI berupaya mempercepat proses naturalisasi tiga pemainnya, yakni Justin Hubner, Ivar Jenner, dan Rafael Struick.

“Teknis implementasinya sangat kompleks dan kita juga harus fokus pada hasil. Saat ini kita fokus pada naturalisasi tiga pemain kunci,” kata Tisha.

Find us on Social Media

- Advertisement -

Popular Categories

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -