Saturday, February 24, 2024
HomeTrending ViralIndahnya Prostitusi di Amsterdam Belanda: Legal dan Tertata Rapi

Viral: Indahnya Prostitusi di Amsterdam Belanda: Legal dan Tertata Rapi

Kondisi Prostitusi di Amsterdam Belanda

Berita Viral: Prostitusi di Amsterdam Belanda ternyata merupakan suatu hal yang legal dan tertata begitu rapi.

Kota Amsterdam tidak hanya indah lewat sepak bolanya yang terwakili oleh eksistensi klub Ajax.

Keindahan Ibu Kota Belanda tersebut juga dapat tertuang melalui pembahasan sisi prostitusi.

Sex Toys Sudah Ada Sejak Zaman Manusia Purba?

Satuviral
Indahnya Prostitusi di Amsterdam Belanda: Legal dan Tertata Rapi – SATUVIRAL

Bagaimana bisa prostitusi termasuk bagian dari keindahan?

Tenang, berita viral kami menekankan, bahwa bagi Belanda, prostitusi adalah hal yang legal karena mendapat dukungan pemerintah.

- Advertisement -

Pemangku kebijakan di Belanda memang melihat prostitusi sebagai industri legal. Khusus di kota Amsterdam, prostitusi bahkan dirancang agar berjalan secara rapi.

Pemerintah Belanda sendiri menerapkan aturan tegas bagi para pelacur yang diperkenankan bekerja di industri prostitusi.

Aturan tegas yang dimaksud adalah menetapkan batas minimum umur pelacur, yaitu 17 tahun ke atas.

Hal ini sengaja diterapkan untuk mencegah kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Pemerintah Belanda juga berusaha mencegah terjadinya pergadangan manusia.

Sementara bagi pemerintah daerah Amsterdam, mereka menempatkan serta memusatkan aktivitas prostitusi di kawasan De Wallen.

Tak heran jika kawasan ini seringkali disebut dengan istilah Red Light District. Beragam pengusaha penyedia jasa prostitusi berjajar menjalankan bisnisnya di sana.

Mereka mendiami beberapa bangunan yang ada di sepanjang salah satu sudut jalan De Wallen.

Inovasi Bisnis yang Dijalankan

Skema industri prostitusi yang disediakan De Wallen tidak hanya sesederhana menyewa jasa pelacur.

Ada inovasi bisnis lainnya yang tergolong unik dan mungkin tidak ada di luar Amsterdam.

Sebut saja Theatre Casa Rosso. Layanan penyedia jasa prostitusi ini menjadi yang paling ramai dikunjungi orang di kawasan De Wallen.

Theatre Casa Rosso menyuguhkan skema bisnis prostitusi dengan cara berbeda. Mereka membuat semacam panggung yang mana menampilkan adegan seks dan dapat disaksikan secara langsung oleh semua pengunjung.

Masyarakat yang meminati suguhan hiburan seks Theatre Casa Rosso tak hanya datang dari penduduk setempat.

Banyak pula turis asing yang juga rela mengantre berjam-jam hanya untuk bisa menyaksikan pertunjukan seks live ala Theatre Casa Rosso.

Menariknya, hampir semua tour guide di Amsterdam merekomendasikan Theatre Casa Rosso kepada wisatawan dewasa. Tak heran jika turis asing yang datang ke sini jumlahnya selalu sangat banyak.

Operasional Theatre Casa Rosso dibuka untuk umum setiap harinya. Mereka baru mulai menjalankan pertunjukukan seks live pada malam hari.

Setiap malam, Theatre Casa Rosso menyediakan sembilan pertunjukan seks live berbeda.

Format pertunjukan dikemas mirip gaya-gaya Broadway, yakni pentas teater yang banyak diisi adegan berhubungan badan.

Museum Red Light District

Contoh unik dari inovasi bisnis prostitusi di Amsterdam tertera pula pada operasional bisnis museum.

Berdiri di pusat industri prostitusi, tentu bangunan museum dibuat untuk menampilkan hal-hal berbau pornografi.

Museum Red Light District memiliki diorama atau barang-barang yang secara detail menjelaskan perjalanan sejarah industri prostitusi di Belanda, khususnya Amsterdam.

Bangunan museum memakai gedung yang dulunya dipakai sebagai rumah bordil.

Salah satu sejarah paling menarik yang diungkap oleh Museum Red Light District adalah kisah wanita bernama Annie.

Dahulu kala, Annie merupakan seorang pelacur paling laris dan paling terkenal di seantero Belanda.

Annie mengalami nasib miris pada akhir hayatnya. Dia diketahui meninggal dunia tepat di bangunan yang kini dijadikan Museum Red Light District.

Penyebab kematian Annie sampai sekarang belum diketahui. Namun polisi menduga kuat Annie sebagai korban pembunuhan, tapi tak terungkap sama sekali siapa pelakunya.

Tarif yang dikenakan untuk biaya tiket masuk Museum Red Light District adalah 12,5 euro.

Pengelola Museum Red Light District awalnya hanya menjual tiket masuk di depan pintu utama.

Namun seiring perkembangan zaman, Museum Red Light District coba beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan menjual tiket masuk secara online.

Begitu masuk ke Museum Red Light District, pengunjung akan disambut oleh diorama-diorama sejarah prostitusi Belanda.

Ada diorama berupa sebuah kursi yang dulu biasa dipakai pelacur untuk duduk menjajakan diri.

Animo publik terhadap fasilitas Museum Red Light District terbilang cukup tinggi. Antrean panjang seringkali terlihat pada loket pembelian tiket masuk offline.

Jam operasional Museum Red Light District dibuka dari pagi hingga malam. Jika tidak ada halangan, durasi bukanya bisa lebih dari 12 jam, (10 pagi-12 malam).

Website Museum Red Light District

Museum Red Light District punya sebuah website untuk mereka menjual tiket dan menjalankan strategi marketing.

Isi website ternyata turut dihiasi cerita-cerita menarik tentang para pelacur di Amsterdam.

Salah satunya cerita dari pelacur yang sampai sekarang masih bekerja di Amsteram, yakni Inga. Dia berstatus pelacur impor, karena paspornya diketahui dari Rusia.

Sejak berumur belasan tahun, Inga menjalankan profesi sebagai pelacur. Ia awalnya menjajakan diri di negaranya sendiri, Rusia.

Namun Inga mendapat pengalaman yang sungguh hebat ketika mencoba peruntungan nasib di Amsterdam, Belanda.

Inga merasakan langsung betapa majunya industri prostitusi Amsterdam, sehingga membuatnya makin nyaman dalam bekerja.

“Saya Inga dari Rusia dan saya telah menjadi pelacur di sini kurang lebih 15 tahun lamanya.”

“Dulu saya pernah kerja jadi pelacur di Jerman, tapi di sana bisnisnya begitu kejam karena penuh unsur paksaan,” bunyi penuturan Inga.

“Kemudian saya pindah ke Amsterdam dan memulai kehidupan baru. Sekarang karier saya sebagai PSK tidak memakai jasa mucikari lagi, saya sangat bahagia,” lanjut Inga.

Find us on Social Media

- Advertisement -

Popular Categories

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -