Thursday, February 29, 2024
HomeTrending ViralKemenkes Imbau Apotik Setop Jual Obat Sirup, Ini Alasannya

Viral: Kemenkes Imbau Apotik Setop Jual Obat Sirup, Ini Alasannya

Nakes Diimbau Tidak Beri Resep Obat Sirup

Berita Terkini; Kementerian Kesehatan RI mengimbau apotek menyetop penjualan obat-obatan cair atau sirup. Selain itu tenaga kesehatan diminta menghentikan pemberian resep obat-obatan sirup. Imbauan ini dikeluarkan merespon kejadian gagal ginjal akut misterius yang menyerang ratusan anak-anak.

Dikutip dari keterangan tertulis resmi Kemenkes yang diterima Satu Viral, tertulis Tenaga Kesehatan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair/sirup. Ketentuan ini berlaku sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas. Atau obat bebas terbatas dalam bentuk sirup kepada masyarakat. Sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah,” lanjut keterangan resmi Kemenkes RI yang ditulis Satu Viral, Rabu (19/10/2022).

Selain itu Kemenkes juga meminta Dinas Kesehatan setiap provinsi, kabupaten/kota, dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mensosialisasikan hal ini. Terutama, bagi orangtua yang memiliki anak usia kurang dari 6 tahun, disarankan mengenali gejala gagal ginjal akut yang kini banyak menyerang anak-anak.

Para orangtua yang memiliki balita dan tengah mengalami demam diminta tidak asal membeli obat tanpa resep di apotik. Sebaliknya jika anak kena demam, Kemenkes mengimbau agar memberikan perawatan tanpa obat-obatan. Langkah yang dapat dilakukan adalah mengompres air hangat. Langkah lainnya mencukupi kebutuhan cairan dan menggunakan pakaian tipis.

Berita Viral SatuViral – SATUVIRAL

Gejala Gagal Ginjal Akut Misterius yang Serang Anak

Satuviral
- Advertisement -

“Jika terdapat tanda-tanda bahaya, segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” tegas Kemenkes.

IDAI Imbau Ortu Setop Minumkan Paracetamol

Sementara itu, apabila sudah ditemukan gangguan ginjal akut pada anak, fasyankes harus merujuk pasien tersebut ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis ginjal anak dan fasilitas hemodialisis (cuci darah) anak. Rujukan perlu dilakukan bila fasyankes tidak memiliki fasilitas ruangan intensif berupa High Care Unit (HCU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

Terpisah Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) Piprim Basarah juga menyarankan orangtua tidak meminum obat yang mengandung paracetamol terlebih dahulu. Sebelum membeli obat, orangtua perlu membaca komposisi kandungan di kotak obat, melihat tanggal kadaluarsa terlebih dahulu.

Sebagai informasi, hingga Selasa (18/10/2020 terdapat 192 kasus gangguan ginjal akut misterius di 20 provinsi . Data ini berasal dari cabang IDAI yang dia terima dan merupakan kasus kumulatif sejak Januari 2022. IDAI maupun Kemenkes belum mengetahui penyebab utama gagal ginjal akut ini.

Baca terus Satu Viral agar menjadi media Berita Viral yang memberikan info viral kepada kawula muda. Setiap harinnya akan memberikan Berita Viral Terkini dan Info Viral terupdate untuk kamu.

Jangan lupa cek category Event Satu Viral karena dengan membaca artikel Satu Viral kamu bisa bergabung dengan komunitas  #satucircle dan dapatkan jutaan hadiahnya.

Find us on Social Media

- Advertisement -

Popular Categories

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -