Advertisement
Sunday, April 2, 2023
- Advertisement -
HomeTrending ViralKondisi Terkini Usai Gunung Merapi Meletus

Viral: Kondisi Terkini Usai Gunung Merapi Meletus

Lava Pijar Masih Meluncur dari Gunung Merapi

Info viral: Aktivitas Gunung Merapi pada Minggu (12/3) terpantau masih tinggi usai erupsi pada Sabtu (11/03). Kondisi Gunung Merapi tampak memuntahkan 6 kali awan panas dan lava pijar sejak subuh hari. Berikut suasana usai Gunung Merapi meletus.

Data yang dilaporkan oleh  BPPTKG, awan panas keluar dari Gunung Merapi sejak Minggu pukul pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, Minggu (12/3). Awan panas itu mengarah ke sektor barat daya, dengan amplitudo 31-70 mm dan durasi 60,9-190 detik.

Viral: Ilmuwan Sebut Air di Bumi Usianya Jauh Lebih Tua dari Matahari

satuviral

“Teramati awan panas guguran 6 kali dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter ke barat daya,” tulis BPPTKG dalam keterangannya ditulis Satu Viral di Jakarta Minggu (12/3).

Selain itu, Gunung di perbatasan Jawa Tengah dan DIY juga memuntahkan lava pijar sebanyak 7 kali. Jarak luncurnya maksimum 1.700 meter ke barat daya.

Lebih lanjut, secara visual terlihat asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 30-50 meter di atas puncak kawah.

Masyarakat di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang terdampak Gunung Merapi meletus mulai membersihkan sisa-sisa abu vulkanik. 

Slamet Edi Kuncoro (28), warga Desa Sengi Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengatakan warga mulai membersihkan abu vulkanik yang berada di jalan utama. Sebab debu akan menyebar ketika dilintasi kendaraan dan mengganggu jarak pandang.

Slamet menjelaskan Desanya tertutup debu cukup tebal usai Merapi Erupsi. Sebab desanya berjarak kurang lebih 8 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

“Abu yang berada di jalan mulai disemprot warga pakai air. Soalnya kalau kendaraan lewat, abunya terbang ke mana-mana,” jelasnya.

Warga tampak sudah beraktifitas seperti biasa. Slamet mengatakan warga di desanya tidak panik saat Erupsi terjadi sebab sudah berpengalaman mengevakuasi mandiri ketika terjadi erupsi.

Dilansir situs BPPTKG pada Minggu (12/3), status Gunung Merapi saat ini masih sama yaitu berada di level III atau status Siaga. Belum ada peningkatan status sejak Gunung Merapi erupsi 11 Maret 2023 siang.

Status level III Siaga artinya, jika peningkatan aktivitas gunung api terus berlanjut, kemungkinan erupsi besar mungkin terjadi dalam kurun dua pekan. 

Kronologi Gunung Merapi Meletus 

Gunung Merapi meletus pada Sabtu, 11 Maret 2023 siang sekitar pukul 12.12 WIB. 

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan saat erupsi terjadi, Gunung Merapi mengeluarkan awan panas.

“Terjadi erupsi pukul 12.12 WIB, APG (awan panas guguran) terekam di seismograf dengan amplitudo antara 25-70 mm. Durasi 128-458 detik. Jarak luncur terjauh 4 km ke arah barat daya (Sungai Bebeng dan Krasak),” jelas Agus melalui keterangan pers ditulis Satu Viral.

Viral: Korea Utara Minta Warga Lahirkan Banyak Anak untuk Jadi Tentara

satuviral
GUnung Merapi meletus - Satu viral – SATUVIRAL
GUnung Merapi meletus Satu viral

Akibat erupsi Merapi, tercatat ada 5 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang terdampak hujan abu vulkanik imbas erupsi Gunung Merapi. 

“Dampak abu vulkanik Merapi dirasakan warga Kabupaten Magelang, Kota Magelang. Temanggung, Boyolali (Tlogolele, Kecamatan Selo) sampai Wonosobo,” kata BPBD Jawa Tengah.

Adapun di wilayah Magelang yang terdampak hujan abu Merapi sebanyak 11 kecamatan. Hujan abu itu sampai membuat jarak pandang terbatas. Bahkan sempat membuat gelap desa di lereng Merapi.

Wisata Lereng Merapi Ditutup, 2 Bandara DIY Tak Terdampak

Akibat Gunung Merapi erupsi  Sejumlah objek wisata di sekitar lereng Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, DIY, ditutup. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro menyebut wisatawan telah diarahkan untuk turun.

Sementara untuk aktivitas penerbangan di dua bandara di Jogja, Yogyakarta International Airport (YIA) dan Bandara Adisutjipto, tidak terdampak erupsi Merapi. General Manager YIA, Agus Pandu Purnama memastikan penerbangan aman dan tidak tertutup abu vulkanik.’

“Karena anginnya menuju ke barat. Belum ada laporan penundaan pesawat,” pungkas Pandu. 

Advertisement

Find us on Social Media

- Advertisement -

Popular Categories

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -