Friday, February 23, 2024
HomeTrending ViralKronologi Ayah Simpan Jasad Bayi di Freezer

Viral: Kronologi Ayah Simpan Jasad Bayi di Freezer

Jasad Bayi di Freezer

Info Viral: Seorang ayah berinisial S (44) di Ciledug, Kota Tangerang, menyimpan jasad bayi di freezer karena tidak punya uang untuk memakamkan. Ayah S mengaku menjaga jenazah bayi itu agar tidak membusuk karena dirinya harus kembali ke rumah sakit.

Kapolsek Ciledug AKP Diorisha Suryo menjelaskan bayi itu lahir pada Senin (3/7) pagi dalam keadaan meninggal di RSUD Tangerang. 

Setelah mengetahui bayinya meninggal, S merawat jenazah bayi tersebut dan membawa jenazah bayi tersebut kembali ke rumah kontrakannya di Sudimara untuk dimakamkan siang itu.

Namun, sesampainya di rumah kontrakan, pihak rumah sakit menghubungi S mengabarkan bahwa istrinya mengalami pendarahan dan harus dirawat di ICU. Sementara itu, dua anak yang berusia 3 dan 4 tahun menangis saat ditinggal di rumah sakit.

“Sehingga S balik ke rumah sakit. Kemudian, karena panik dan tidak memiliki keluarga di sekitar kontrakannya, sebelum balik ke rumah sakit, S berinisiatif menyimpan sementara jasad bayi di freezer agar tidak membusuk,” jelas Diorisha kepada wartawan, Jumat (7/7).

- Advertisement -

S berinisiatif menyimpan jenazah bayinya itu karena terinspirasi dari rumah sakit.

“Sebelumnya, (S) melihat jenazah bayinya diambil dari dalam freezer penyimpan jenazah di rumah sakit saat diserahkan kepadanya,” imbuhnya.

Jasad Bayi di Freezer - Satuviral – SATUVIRAL

Disimpan Tak Lebih dari 24 Jam

Diorisha pun mengoreksi informasi faktual tersebut, ternyata bayi tersebut disimpan di lemari es kurang dari 24 jam. Diorisha mengatakan, jasad bayi di freezer selama dua hari.

“Bayi tersebut bukan disimpan selama 2 hari di freezer, sebagaimana berita yang beredar di masyarakat. Berdasarkan laporan S ke RT setempat dan ke kelurahan, bayi tersebut disimpan di lemari es kurang dari 1×24 jam,” kata Diorisha.

Bayi laki-laki itu dimakamkan dengan layak di TPU Selapajang pada 4 Juli 2023. Pemakaman bayi dibantu oleh perangkat desa setempat.

Keterangan S tersebut diperkuat dengan surat kematian yang dikeluarkan dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang yang membuktikan bahwa bayi tersebut meninggal dunia pada Senin (7/3) pukul 06.30 WIB.

“Dan bayi tersebut meninggal saat masih dalam kandungan karena istrinya mengalami pendarahan pada usia kandungan 8 bulan dan dirawat di rumah sakit sejak tanggal 2 Juli,” imbuhnya.

Find us on Social Media

- Advertisement -

Popular Categories

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -