Tuesday, October 3, 2023
HomeTechNASA Prediksi Kiamat Internet Terjadi di Tahun 2025

Viral: NASA Prediksi Kiamat Internet Terjadi di Tahun 2025

NASA Prediksi Kiamat Internet

Info Viral: Lini masa TikTok tengah ramai memperbincangkan kemungkinan internet apocalypse atau kiamat internet selama berbulan-bulan. Unggahan mengonfirmasikan, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperingatkan prediksi kiamat internet

“NASA memperingatkan ‘kiamat internet’ yang dapat menonaktifkan internet selama berbulan-bulan,” tulis akun tersebut. 

Dilansir dari laman pemberitaan Chron, Senin (3/7), pembicaraan tentang prediksi kiamat internet telah dikaitkan dengan kemungkinan badai matahari,

Terlebih lagi, NASA baru-baru ini mengumumkan sistem baru yang dapat melatih kecerdasan buatan untuk membantu memprediksi datangnya peristiwa ekstrim semacam itu.

Badai matahari disebabkan oleh bintang-bintang di tata surya kita yang mengirimkan partikel bermuatan ke luar angkasa, ungkap NASA. Badai ini juga memiliki dampak yang beragam di Bumi, termasuk gangguan pada peralatan elektronik yang disebabkan oleh badai geomagnetik.

- Advertisement -
NASA Prediksi Kiamat Internet - Satuviral – SATUVIRAL

Gangguan tersebut, seperti gangguan komunikasi radio frekuensi tinggi dan navigasi global positioning system (GPS). Selain infrastruktur komunikasi di Bumi, badai matahari dapat mempengaruhi satelit di atmosfer, menyebabkan gangguan pada internet, sinyal ponsel, dan TV satelit.

Sangeetha Abdu Jyothi, pakar ilmu komputer di University of California, mengungkapkan dalam studi tahun 2021 bahwa ada kemungkinan 1,6-12% prediksi kiamat internet dalam beberapa bulan.

Peristiwa tersebut, menurut dia, akan berlangsung dalam dekade berikutnya. Penelitian Jyothi juga memperkirakan bahwa pemadaman besar-besaran seperti ini dapat merugikan ekonomi AS sebanyak $7 miliar per hari.

NASA Lakukan Prediksi dengan AI

Selain ancaman badai, para ilmuwan juga harus tetap memperhitungkan siklus 11 tahunan Matahari. Selama siklus yang terjadi pada tahun 2025, aktivitas elektromagnetik Matahari akan mencapai puncaknya, menimbulkan risiko gangguan yang lebih besar terhadap kehidupan di Bumi.

Untuk mengatasinya, NASA juga telah menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat model komputer baru guna memprediksi kemungkinan terjadinya peristiwa ekstrem.

“Ini dapat memberikan cukup waktu untuk mempersiapkan badai dan mencegah dampak parah pada jaringan listrik dan infrastruktur penting lainnya,” tulis NASA.

Find us on Social Media

- Advertisement -

Popular Categories

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -