Advertisement
Wednesday, September 28, 2022
HomeTrending ViralPer 1 Juli Beli Bensin di Daerah ini Wajib Pakai Aplikasi, Ini...

Per 1 Juli Beli Bensin di Daerah ini Wajib Pakai Aplikasi, Ini List Lokasinya

Wajib di 11 Kota dan Kabupaten

Berita Terkini: Mulai 1 Juli 2022 pembelian bensin di SPBU Pertamina wajib menggunakan aplikasi My Pertamina. Ketentuan ini akan diuji coba pemberlakuannya di 11 kota.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution menjelaskan peraturan ini dikhususkan untuk bensin bersubsidi, yakni Pertalite dan Solar.

Sepuluh kota pertama yang akan menjadi uji coba adalah Kota Bukit Tinggi, Kabupaten Agam, Kabupaten Ciamis. Adapula Kota Padang Panjang, dan Kabupaten Tanah Datar dan dan Kota Sukabumi.. Selain itu juga Kota Banjarmasin, Bandung, Tasikmalaya, Manado, dan Yogyakarta

Alfian menjelaskan penggunaan aplikasi My Pertamina bertujuan agar penyaluran bensin bersubsidi jatuh di konsumen yang tepat dan mudah diketahui. Selama ini BBM bersubsidi telah dibatasi kuota. Sayangnya saat ini penyalurannya jatuh ke konsumen yang tak tepat.

“Masyarakat yang merasa berhak menggunakan Pertalite dan Solar dapat mendaftarkan datanya melalui website mypertamina.id” ujar Alfian seperti ditulis Satu Viral.

Ma’ruf Amin Minta MUI Terbitkan Fatwa Ganja Untuk Medis, Ini Respon MUI

Satuviral

Kemudian masyarakat mengunduh aplikasi My pertamina. Lalu masukkan informasi diri ke menu pendaftaran. Dokumen yang dibutuhkan yaitu: KTP, STNK, Foto Kendaraan, dan dokumen pendukung lainnya.

“Tinggal menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar. Kalau berhasil, akan dikirim notifikasi ke email,” katanya.

Pengguna yang sudah berhasil terdaftar akan mendapatkan QR code khusus. Kode ini yang menunjukkan bahwa data telah cocok dan warga bisa membeli Solar atau Pertalite.

“Yang terpenting adalah memastikan menjadi pengguna terdaftar di website MyPertamina. jika seluruh data sudah cocok maka konsumen dapat melakukan transaksi di SPBU dan seluruh transaksinya akan tercatat secara digital,” ujar Alfian.

Pendaftaran ini akan dimulai per 1 Juli 2022. Melalui mekanisme ini Pertamina berharap dapat mengetahui siapa saja konsumen yang membeli pertalite dan Solar.

Banjir Protes dari Masyarakat

Ketua Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) Jabar, Banten dan DKI Jakarta, Firman Turmantara menentang kebijakan ini. Menurutnya ketentuan ini merupakan bentuk pemaksaan pada konsumen.

Ngeri! Detik-Detik Kotak Gas Beracun Terjatuh Sebabkan 13 Orang Tewas

Satuviral

Seharusnya, ia melanjutkan, setiap kebijakan dalam pemilihan satu metode atau cara harus ada pilihan.

“Hak memilih itu termasuk dalam hak asasi manusia. Seharusnya tetap harus ada pilihan. jadi memberikan kemudahan bagi masyarakat,”tegas Firman.

Sementara itu warga Bandung, Fikry juga menolak kebijakan itu. Fikry berujar tidak semua masyarakat Indonesia mahir penggunaan teknologi.

“Pemerintah harus memahami gak semua orang paham teknologi. Ribet buat orang tua. Masak mau beli bensin harus beli Hape dulu,” kata Fikri.

Aturan ini justru menurutnya akan mempersulit masyarakat kecil untuk mendapatkan BBM bersubsidi. Pasalnya masyarakat bawah yang paling tidak paham teknologi.

Kalian setuju ga dengan kebijakan ini Sobat Satu viral?

Baca terus Satu Viral agar menjadi media Berita Viral yang memberikan info viral kepada kawula muda. Setiap harinnya akan memberikan Berita Viral Terkini dan Info Viral terupdate untuk kamu.

Jangan lupa cek category Event Satu Viral karena dengan membaca artikel Satu Viral kamu bisa bergabung dengan komunitas #satucircle dan dapatkan jutaan hadiahnya.

Related Articles

Advertisement

Stay Connected

0FansLike
14,607FollowersFollow
1FollowersFollow
0FollowersFollow
285FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Advertisement

Advertisement

Popular Categories

Advertisement