Advertisement
Wednesday, September 28, 2022
HomeTrending ViralPolisi Sebut Kematian Santri Ponpes Gontor Dianiaya Senior

Polisi Sebut Kematian Santri Ponpes Gontor Dianiaya Senior

Dianiaya Senior Karena Salah Paham

Berita Terkini; Polres Ponorogo tengah menyelidiki insiden tewasnya santri pondok pesantren Gontor 1 di Jawa Timur. Dugaan sementara, sang santri yang berinisial AM(17) dianiaya senior karena salah paham.

Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo mengungkapkan pihaknya sudah meminta keterangan dari 7 saksi. Ketujuh saksi itu yakni dua santri berinisial RM dan N, dua orang dokter ponpes, serta tiga ustaz Pondok Pesantren Gontor I.

“Kami lakukan penyelidikan usai Kasus ini dilaporkan oleh pihak pondok Gontor. Perwakilan ponpes yang merupakan ustad berinisial M sudah datang kemarin pada kami,” tutur Cahyo seperti ditulis Satu Viral di Jakarta, Selasa (06/09),

Cahyo melanjutkan berdasarkan keterangan saksi, pemicu tewasnya AM sementara akibat kesalahpahaman dengan santri senior. Namun, Cahyo belum menjelaskan rinci motif para senior santri tersebut mengapa menganiaya AM hingga tewas.

“Pastinya nanti kita akan kita informasikan motifnya kalau sudah terungkap. Butuh waktu kita untuk menggali kesitu,” ujar dia.

Santri Ponpes Gontor Tewas, Ibunya Mengadu ke Hotman Paris

Satuviral

Ponpes Gontor Keluarkan Santri Pelaku Kekerasan

Sementara itu pengurus Pondok pesantren modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur buka suara atas kejadian ini. Pimpinan ponpes mengakui dan meminta maaf adanya penganiayaan yang membuat santri berinisial AM meninggal dunia.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Kami sangat menyesalkan terjadinya peristiwa yang berujung pada wafatnya almarhum,” ujar juru bicara Pondok Noor Syahid dalam surat tertulis yang diterima Satu Viral.

Ponpes Gontor menyatakan tidak mentoleransi tindakan kekerasan. Selain itu, lanjut Noor Ponpes juga telah memberi sanksi tegas kepada santri pelaku kekerasan. Santri yang diduga pelaku penganiayaan telah dikeluarkan dari ponpes.

“Menjatuhkan sanksi kepada santri yang diduga terlibat, yaitu dengan mengeluarkan yang bersangkutan dari Pondok Modern Darussalam Gontor secara permanen. Langsung mengantarkan mereka kepada orang tua mereka masing-masing,” tegas Noor.

Keputusan itu dibuat pada hari yang sama saat santri berinisial AM asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), tewas akibat dianiaya. Diketahui, insiden tersebut terjadi pada Senin (22/8) pagi.

Pihak Ponpes Gontor juga meminta maaf kepada orang tua dan keluarga almarhum jika dalam proses pengantaran jenazah dianggap tidak jelas dan terbuka. Terakhir, Ponpes Gontor menyatakan siap mengikuti segala bentuk upaya penegakan hukum terkait kasus tersebut.

“Hingga pernyataan resmi ini diterbitkan, kami pihak Pondok Modern Darussalam Gontor masih terus berusaha intens menjalin komunikasi dengan keluarga almarhum Ananda AM untuk mendapatkan solusi-solusi terbaik dan untuk kemaslahatan bersama,” ujarnya.

Baca terus Satu Viral agar menjadi media Berita Viral yang memberikan info viral kepada kawula muda. Setiap harinnya akan memberikan Berita Viral Terkini dan Info Viral terupdate untuk kamu.

Jangan lupa cek category Event Satu Viral karena dengan membaca artikel Satu Viral kamu bisa bergabung dengan komunitas  #satucircle dan dapatkan jutaan hadiahnya.

Related Articles

Advertisement

Stay Connected

0FansLike
14,607FollowersFollow
1FollowersFollow
0FollowersFollow
285FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Advertisement

Advertisement

Popular Categories

Advertisement