Saturday, January 28, 2023
- Advertisement -
HomeTrending ViralRamai Dukungan Petisi WFH, Asosiasi Pengusaha Tolak Kerja dari Rumah

Viral: Ramai Dukungan Petisi WFH, Asosiasi Pengusaha Tolak Kerja dari Rumah

Asosiasi Pengusaha Tolak Kerja dari Rumah

Info Viral: Lebih dari 22.000 orang telah menandatangani petisi ‘Kembalikan WFH Sebab Jalanan Lebih Macet, Polusi, dan Bikin Tidak Produktif.’ Riwaty Sidabutar menulis dalam petisinya bahwa bisa bekerja dari rumah setelah dua tahun hanya akan menambah stres saat harus kembali ke kantor.

Perjalanan sehari-hari ke kantor bisa sampai 40 km, jelasnya. “Belum lagi hujan. Saya bisa terjebak macet dalam waktu lama, bahkan naik motor selama satu jam,” tulis Riwaty dalam petisi di Change.org. “WFO juga tidak serta merta meningkatkan produktivitas kami.”

Dia ingin meninjau kebijakan wajib 100% Work From Office (WFO). Memilih untuk bekerja dari rumah bukanlah hal yang buruk.

Asosiasi Pengusaha Tolak Kerja dari Rumah - Satuviral – SATUVIRAL

Kurangi Macet, Karyawan di Jakarta Disarankan WFH Saat Musim Hujan

Satuviral

Keputusan WFH atau WFO di Perusahaan

Menanggapi petisi tersebut, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyerahkan keputusan WFH atau WFO kepada masing-masing perusahaan. “Ya, kita pikirkan nanti. Bekerja dari rumah adalah [hak] setiap pemberi kerja, setiap pemilik gedung,” kata Heru.

Sampai saat ini, Heru belum berencana untuk memperkuat regulasi terkait penerapan WFH. Kebijakan WFH dapat disesuaikan dengan kondisi lokasi, seperti cuaca ekstrem. Namun, ini hanya panggilan.

“Mohon masing-masing klaster terdampak seperti kemarin di Kapten Tendean, Buncit dan kantor-kantor terdekat, silakan terapkan kebijakan masing-masing,” ujarnya.

Pasca penurunan kasus Covid-19 dan batalnya penerapan kebijakan (PPKM) pembatasan kegiatan masyarakat, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Provinsi DKI Jakarta (DPP Apindo), Nurjaman mengatakan kebijakan 100 persen WFH sulit untuk diterapkan. Salah satu penyebabnya adalah ekonomi saat ini sudah mulai menggeliat.

Asosiasi Pengusaha Tolak Kerja dari Rumah - Satuviral – SATUVIRAL

Macet dan Polusi, 19 Ribu Orang Tandatangani Petisi Kembalikan WFH

Satuviral

Sebelumnya, penerapan WFH lantaran tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan di banyak sektor di kantor. “Pekerjaan itu seperti di industri, berjalan beriringan dari satu ke yang lain, dari satu orang ke orang lain, dari satu sektor ke sektor lain. Kebanyakan orang tidak bisa WFH,” kata Nurjaman.

Beberapa Perusahaan Kesulitan Terapkan WFH

Sementara itu, Bambang Yapuri, Wakil Ketua Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia Indonesia (PMSM), menilai beberapa perusahaan atau industri mengizinkan karyawannya bekerja dari rumah.

Perusahaan ini sangat siap untuk beradaptasi dengan teknologi. Meski demikian, beberapa perusahaan akan kesulitan menerapkan kebijakan WFH, misalnya di sektor manufaktur dan jasa.

Model kerja hybrid akan menjadi alternatif. Menurut survei yang dilakukan Bambang selama pandemi, sebagian besar pekerja mempertimbangkan cara kerja ini. Bekerja dari rumah atau kantor secara fleksibel.

Ada berbagai alasan bagi karyawan yang lebih memilih bekerja di kantor, seperti rumah yang tidak kondusif untuk bekerja. Juga tidak mudah mengatur waktu antara bekerja dan mengasuh anak serta mengatur rumah. Infrastruktur untuk mendukung bekerja dari rumah juga tidak selalu cukup.

“Trennya sekarang mungkin tidak 100% WFH atau WFO, tapi hybrid. Beberapa fungsi bisa work from home ya dikerjakan dari rumah. Harus ada yang datang ke kantor, atau WFO. Jadi begitulah cara perusahaan mengelola melalui pekerjaan karyawan budaya mereka, “katanya.

Yuk, terus update bareng Satuviral. Dapatkan info terbaru dan breaking news soal berita viral, gosip viral, artis viral dan infoviral di Satu Viral.

Popular Categories

Ads on Satuviral