Monday, January 30, 2023
- Advertisement -
HomeTrending ViralRasmus Paludan, Politikus Swedia yang Hobi Bakar Al-Quran

Viral: Rasmus Paludan, Politikus Swedia yang Hobi Bakar Al-Quran

Gelar Aksi dengan Bakar Al-Quran

Info Viral: Politisi Swedia-Denmark Rasmus Paludan menghadapi kritik baru setelah dia membakar salinan Al Quran selama demonstrasi di Stockholm akhir pekan lalu.

Wajah Paludan kembali menjadi pemberitaan setelah dia membakar Al Quran dengan korek api saat demonstrasi di depan kedutaan Turki di Stockholm.

Saat itu, sejumlah warga menggelar demonstrasi setelah Erdogan mendesak Swedia untuk tidak melindungi militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang melarikan diri dari Turki.

Jika Swedia ingin mendapatkan restu Turki untuk bergabung dengan NATO, permintaan ini adalah salah satu syarat dari Erdogan.

Rasmus Paludan, Politikus Swedia yang Hobi Bakar Al-Quran - Satuviral – SATUVIRAL

Bom Meledak di Turki Tewaskan 6 Orang, Erdogan Murka

Satuviral

Bukan Kali Pertama Bakar Al Quran

Ini bukan kali pertama Paludan menuai kontroversi. Sejak terjun ke dunia politik, Paludan dikenal sebagai ekstremis sayap kanan garis keras, sering menyuarakan sentimen anti-Islam dan imigrasi.

Menurut media Denmark Politiken, Paludan sebenarnya memiliki gelar sarjana hukum. Dia juga menjabat sebagai pengacara dalam sejumlah kasus suaka imigrasi terkait dengan mariyuana medis.

Paludan kerap menghadiri pertemuan Asosiasi Kebebasan Pers Internasional sejak 2016, dan berkali-kali mengikuti demonstrasi anti-Muslim yang diselenggarakan oleh For Frihed di Denmark.

Lanjut ke sebelah…

Setahun kemudian, tepatnya pada 2017, politikus kelahiran Denmark itu mendirikan partai Stram Kurs yang dikenal menolak imigran dan kehadiran Muslim di Denmark.

Paludan pertama kali mendapat perhatian internasional pada 2019 ketika dia membuat marah umat Islam dengan membakar Alquran selama demonstrasi di Viborg, Denmark.

Media lokal Denmark, Nyheder, melaporkan bahwa sekitar 100 orang ikut serta dalam demonstrasi itu. Tiga di antaranya ditangkap karena dianggap memicu keributan.

Belum berhenti, Paludan kembali merencanakan demonstrasi pada Agustus 2020 di Malmö, Swedia, dengan pawai pembakaran Alquran.

Namun, Swedia melarang Paludan masuk. Pihak berwenang mencegat Paludan di pos pemeriksaan. Mereka menekankan bahwa Paludan dilarang memasuki negara itu hingga dua tahun.

Rasmus Paludan, Politikus Swedia yang Hobi Bakar Al-Quran - Satuviral – SATUVIRAL

Gadis Iran Nika Shakarami di Temukan Tewas Luka Menggenaskan

Satuvirals

“Dia menimbulkan ancaman serius,” kata polisi Swedia dalam pernyataan yang dikutip media lokal SVT Nyheter.

Namun, Swedia sejak itu memberikan kewarganegaraan Paludan. Mereka akhirnya memberinya status kependudukan karena ayah Paludan memang warga negara Swedia.

Karena Paludan sudah menjadi warga negara, Swedia bisa mengkriminalisasi politisi yang mengeluarkan pernyataan rasis dan menghina.

Lanjut ke sebelah…

Punya Rekam Jejak yang Buruk

The Copenhagen Post melaporkan bahwa Paludan dipenjara selama tiga bulan karena pelanggaran terkait rasisme. Selain itu, ia juga didenda sebesar 30.000 kroner atau setara dengan 45,7 juta rupiah.

Tak gentar, Paludan kembali berencana menggelar aksi unjuk rasa pembakaran Alquran di beberapa kota di Swedia pada April 2022.

The Guardian melaporkan bahwa demonstrasi yang direncanakan memicu gelombang protes lainnya. Pengunjuk rasa menolak aksi Paludan Cs yang dianggap menyulut kebencian.

Meski Paludan memiliki rekor buruk, ketika politisi tersebut meminta izin untuk mengadakan demonstrasi di depan kedutaan Turki di Stockholm pada 21 Januari, Swedia mengabulkannya.

Sekali lagi Paludan membakar Al-Qur’an dengan korek api untuk memicu emosi umat Islam. Tindakan itu juga membuat marah Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Erdogan juga menekankan bahwa Swedia tidak boleh mengandalkan dukungan Turki untuk menjadi anggota NATO.

Untuk bergabung dengan NATO, Swedia harus mendapatkan persetujuan dari semua anggota grup. Namun saat ini, Turki dan Hungaria masih belum meratifikasi kesepakatan Swedia untuk bergabung dengan NATO.

“Swedia seharusnya tidak mengharapkan dukungan kami untuk NATO. Jelas mereka yang menyebabkan aib di depan kedubes kami tidak lagi dapat mengharapkan kebaikan dari kami atas permohonan menjadi anggota NATO,” kata Erdogan.

Ikutin terus berita terbaru dan viral, cuma di Satuviral, kamu bakal tau info terbaru dan breaking news soal berita viral, gosip viral, artis viral dan berita terkini di Satu Viral.

Popular Categories

Ads on Satuviral