Monday, February 26, 2024
HomeTechSatelit Indonesia Satria-1 Resmi Meluncur ke Angkasa

Viral: Satelit Indonesia Satria-1 Resmi Meluncur ke Angkasa

Satelit Indonesia Satria-1

Info Viral: Satelit Indonesia Satria-1 akhirnya resmi meluncur ke angkasa. Satelit tersebut diluncurkan dengan roket SpaceX Falcon 9 dari Cape Canaveral, Florida, AS.

Satria-1 diterbangkan pada Minggu (18/6) pukul 18.21 waktu setempat, atau Senin (19/6) pukul 05.21 WIB, tertunda 17 menit dari jadwal awal yang ditetapkan. Satelit tersebut akan menempati posisi orbitnya di 146 derajat BT (146°BT), tepat di atas pulau Papua.

Plt Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Arief Tri Hardiyanto, mengatakan Satria-1 akan dipantau oleh Thales Alenia Space untuk memastikan semua peralatan berfungsi dengan baik setelah diluncurkan.

Setelah meluncur, Satria-1 akan melakukan Electric Orbit Raising (EOR) selama sekitar 145 hari sejak satelit lepas dari kendaraan yang meluncurkannya ke luar angkasa hingga mencapai posisi orbitnya.

Satelit Indonesia Satria-1 - Satuviral – SATUVIRAL

- Advertisement -

Satelit tersebut kemudian akan menjalani serangkaian tes seperti in-orbit testing (IOT), in-orbit acceptance review (IOAR) dan end-to-end testing (E2E testing) untuk memastikan satelit bekerja secara optimal.

“Mudah-mudahan semua perangkat yang ada di Satria-1 dapat bekerja dengan baik solar cell dan antenanya. Dan bisa terkendali dari stasiun Bumi,” kata Arief.

Satria 1 merupakan satelit yang menggunakan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) pada frekuensi Ka-band.

Bekerja Sama dengan SpaceX

Dibangun menggunakan platform SpaceBus NEO, satelit ini menyediakan kapasitas internet hingga 150 Gbps, menjadikan Satria-1 sebagai satelit terbesar di Asia dan kelima di dunia dalam kategori kapasitas di atas 100 Gbps.

Satria-1 dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Kominfo melalui Badan Layanan Umum BAKTI menetapkan konsorsium PSN sebagai pemenang tender yang selanjutnya membentuk PT Satelit Nusantara Tiga (SNT).

Kominfo dan SNT lantas menggandeng Thales Alenia Space untuk perakitan satelit dan menunjuk SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, mitra peluncuran Satria-1.

Find us on Social Media

- Advertisement -

Popular Categories

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -