Advertisement
Saturday, August 20, 2022
Advertisement

Sri Sultan Menonaktifkan Kepala Sekolah yang Memaksa Siswi Berjilbab

Dipaksa Guru BP

Berita Terkini, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menonaktifkan Kepala sekolah dan beserta 3 guru SMAN 1 Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta. Tindakan itu dilakukan usai sekolah memaksakan salah seorang siswi untuk berjilbab.

“Kepala sekolah dan 3 guru saya bebaskan dari jabatannya. Enggak boleh mengajar sampai ada kepastian,” tegas Sultan Jumat (05/8/2022).

Sultan menambahkan keputusan ini sekaligus untuk menjaga semangat Kebhinekaan di sekolah-sekolah yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pemda DIY sudah melakukan investigasi dan klarifikasi atas kejadian ini.

Menurut dia, penggunaan jilbab adalah hak asasi setiap warga negara Indonesia sehingga tidak bisa dipaksakan. Selain itu pemaksaan jilbab tidak ada hubungannya dengan penilaian akreditasi sekolah.

“Lho aturannya kan ada, tidak boleh memaksa. Menyarankan pakai jilbab boleh tapi jangan dipaksa,” kata dia.

Tragis! Tubuh Remaja ini Tercabik-Cabik Usai Diterkam Buaya di Danau Tolire Ternate

Satuviral

Siswi Trauma dan Pindah Sekolah

Herprastyanti Ayuningtyas, Ibu siswi yang dipaksa pakai jilbab di SMAN 1 Banguntapan Bantul, Yogyakarta angkat bicara soal peristiwa yang menimpa anaknya. Dia mengisahkan kejadian itu berlangsung pada Selasa, 26 Juli 2022. Anaknya menelepon tanpa suara dan hanya terdengar isak tangis.Sang putri minta dijemput lewat pesan WA.

Saat ia menjemputnya, sang putri berada di Unit Kesehatan Sekolah dalam kondisi lemas.

“Dia hanya memeluk saya tanpa berkata satu patah kata pun. Hanya air mata yang mewakili perasaannya,” ujar Ayu.

Kepada Ayu, siswi itu bercerita bahwa SMAN 1 Banguntapan mewajibkan seluruh siswi mengenakan jilbab, baju lengan panjang, dan rok panjang. Siswi itu menjelaskan kepada wali kelas, guru bimbingan penyuluhan bahwa dia tidak bersedia mengenakan jilbab.

Tapi, gurunya malah mempertanyakan terus menerus mengapa ia tidak mau memakai jilbab. Sang guru kemudian meminta siswi itu mengenakan jilbab dengan alasan hanya tutorial saja.

Dampak dari pemaksaan pemakaian jilbab itu membuat anaknya trauma dan harus mendapatkan pendampingan psikologis secara intensif. Ayu akhirnya memutuskan untuk memindahkan sang anak dari SMAN 1 Bantul.

Ayu juga mengirim surat tuntutan kepada Pemda DIY dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuknya bertanggung jawab memulihkan trauma.

“Kembalikan anak saya seperti sediakala,” tegas Ayuningtyas dalam surat.

Baca terus Satu Viral agar menjadi media Berita Viral yang memberikan info viral kepada kawula muda. Setiap harinnya akan memberikan Berita Viral Terkini dan Info Viral terupdate untuk kamu.

Jangan lupa cek category Event Satu Viral karena dengan membaca artikel Satu Viral kamu bisa bergabung dengan komunitas  #satucircle dan dapatkan jutaan hadiahnya.

Related Articles

Advertisement

Stay Connected

0FansLike
14,701FollowersFollow
1FollowersFollow
0FollowersFollow
991FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Popular Categories

- Advertisement -