Advertisement
Friday, March 31, 2023
- Advertisement -
HomeTrending ViralTewas! Anak Anggota DPRD Kebumen Jadi Korban Klitih Di Jogja

Viral: Tewas! Anak Anggota DPRD Kebumen Jadi Korban Klitih Di Jogja

Klitih kembali terjadi di Yogyakarta pada Minggu dini hari (2 Maret 2022). Kali ini, klitih merenggut nyawa seorang siswa sekolah menengah (SMA).

Pelajar Daffa Adziin Albasith (18) tewas akibat aksi kriminal klitih jalanan di Gedong Kuning, Yogyakarta, putra anggota DPRD Kebumen Madkhan Anis. Saat keluar mencari sahur, korban ternyata korban klitih.

Aksi Kriminalitas Jogja Meningkat

Satu Viral Berita Viral Terkini – SATUVIRAL

Divonis Mati! Herry Wirawan Terdakwa Kasus Pelecehan 13 Santri

SatuViral

Seorang remaja dengan luka di kepala ditemukan di Jalan Gedongkuning Kota Yogyakarta oleh patroli Sabhara Polda DIY dan Polres Kotagede sekitar pukul 02.10 WIB, Minggu.

“Pelaku diduga menggunakan kendaraan bermotor roda dua. Dua kendaraan, satu kendaraan ditumpangi dua orang dan satu kendaraan ditumpangi tiga orang,” terang Ade.

Korban sedang berkendara bersama temannya dan melewati pelaku di Jalan Gedongkuning. Tak lama setelah keduanya lewat, pelaku merampas peralatan tersebut sehingga menyebabkan D luka parah di kepala.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh polisi yang berpatroli tetapi tidak bisa menyelamatkan nyawanya. Akibat kejadian ini, beberapa netizen menyebut D menjadi korban Kritik yang berlaku di Yogyakarta.

Peristiwa ini pun menjadi sorotan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan anggota Komisi III DPR yang membidangi keamanan, Eva Yuliana. Mereka meminta polisi mengusut tuntas dan menindak para pelaku klitih tersebut.

Pengertian Klitih Yang Sebenarnya

Pakar Bahasa Jawa sekaligus Guru Besar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Pranowo, menjelaskan bahwa klitah-klitih masuk kategori dwilingga salin suara atau kata ulang berubah bunyi.

Raffi Ahmad Resmi Bawa Ronaldinho Gabung Rans Cilegon FC

Sportalavista

Kata tersebut sama halnya dengan pontang-panting dan mondar-mandir. Adapun kata klitih, Pranowo mengartikan sebagai kegiatan keluyuran atau jalan-jalan yang tidak jelas arahnya. Kata klitah-klitih sama sekali tidak mengandung unsur negatif.

Tetapi sekarang, Pranowo menyebut kata ini dipakai untuk menunjuk aksi-aksi kejahatan dan kriminalitas. “Katanya pun hanya dipakai sebagian, menjadi klitih atau nglitih yang maknanya cenderung negatif,” imbuh dia.

Istilah Klitih Yang Digunakan Sekarang

Istilah klitih marak di pemberitaan media sekitar 2016. Tercatat, ada 43 kasus kekerasan yang melibatkan remaja saat itu. Merujuk arsip Harian Kompas, kemunculan kriminal yang melibatkan remaja sudah ada sejak 1990-an.

Diberitakan pada 7 Juli 1993, Kepolisian Wilayah (Polwil) DIY mulai memetakan geng-geng remaja di Yogyakarta yang sering melakukan aksi kejahatan.

Hingga pada 2000-an, Wali Kota Yogyakarta kala itu, Herry Zudianto geram dan mengeluarkan instruksi agar pelajar Yogyakarta yang terlibat tawuran dikembalikan ke orang tua atau dikeluarkan dari sekolah.

Rekomendasi Aplikasi Android dan iOS Yang Bisa Bantu Kamu Ibadah Di Bulan Ramadhan

SatuViral

“Akhirnya beberapa pelajar yang kemudian sadar, tidak lagi terlibat. Tapi anak-anak yang masih dalam lingkaran kekerasan, mencari atau melampiaskan ke jalanan. Inilah kemudian terjadi penyimpangan makna klitih,” ujar Soeprapto.

Kemudian, mereka pun berkeliling kota mencari musuh secara acak. Sehingga, motif kekerasan yang dulunya balas dendam, saat ini semakin beragam.

Bahkan kini, aksi pelajar tersebut sudah menggunakan alat-alat seperti rantai, gir sepeda motor, celurit, golok, dan senjata tajam lainnya.

Baca terus dan Support SatuViral menjadi media Berita Viral Hari Ini yang memberikan info viral terkini dan gosip viral untuk kamu.

Advertisement

Find us on Social Media

- Advertisement -

Popular Categories

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -

Ads on Satuviral

- Advertisement -