Saturday, May 2, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeKESEHATANHubungan Kurang Tidur dengan Masalah Kesehatan Mental Anda

Hubungan Kurang Tidur dengan Masalah Kesehatan Mental Anda

Pekerjaan yang menumpuk atau menonton bola hingga larut malam kadang membuat Anda harus menunda tidur. Bahkan kadang begadang.

Namun jangan terlalu sering ya. Karena tahukah Anda bahwa kurang tidur tidak hanya memengaruhi tubuh secara fisik tetapi juga kesehatan mental?

Jurnal dengan judul Sleep Medicine menyatakan bahwa kekurangan tidur dapat meningkatkan risiko gangguan pada kesehatan mental sebesar 2,5 kali lipat.

Untuk mempelajarinya lebih lanjut, berikut kami sajikan beberapa informasi terkait gangguan kesehatan mental yang diakibatkan oleh kebiasaan kurang tidur.

Berikut Ini Beberapa Gejala Anda Kurang Tidur

Kurang tidur dapat memengaruhi kesehatan mental Anda. Apa saja gangguan kesehatan mental yang diakibatkan oleh kebiasaan kurang tidur tersebut?

Namun sebelum ke berbagai gangguan kesehatan mental akibat kurang tidur, Anda perlu memahami dulu gejala-gejala dari kurang tidur ini.

Kurang tidur biasanya menyebabkan Anda merasa sangat lelah ketika masuk waktu siang hari. Anda mungkin merasa kurang segar ketika bangun tidur. Selain itu, Anda mungkin kurang tidur jika sering merasa mengantuk ketika:

  1. Duduk, membaca, atau menonton TV
  2. Duduk diam di tempat umum seperti bioskop, rapat, atau ruang kelas
  3. Mengemudi mobil selama satu jam tanpa henti
  4. Duduk dan berbicara dengan seseorang
  5. Duduk dengan tenang setelah makan siang
  6. Terjebak kemacetan selama beberapa menit

Kurang Tidur dan Gangguan Kesehatan Mental

Kurang tidur dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan mental seperti:

1. Memengaruhi Emosi

Kondisi ini terjadi karena ketika Anda kurang tidur, aktivitas amygdala akan meningkat sampai 60%. Karena aktivitas yang tinggi tersebut, maka berpengaruh terhadap kemampuan otak dalam pengendalian emosi.

Akhirnya Anda menjadi lebih sensitif pada berbagai emosi negatif, misalnya cemas, marah, dan takut.

Anda kemudian jadi mudah tersinggung atau bahkan mengambil langkah agresif kepada hal yang seharusnya tidak perlu dipermasalahkan apabila Anda mendapatkan tidur cukup.

2. Menyebabkan Stres

Stres muncul karena adanya peningkatan produksi hormon kortisol. Nah peningkatan produksi tersebut bisa disebabkan karena Anda kurang tidur.

Selain itu, ketika Anda kurang tidur maka akan kesulitan dalam mengingat informasi, berkonsentrasi, dan mengambil keputusan. Akhirnya kondisi tersebut menyebabkan frustasi sebagai gejala stres.

Aktivitas pada sistem saraf simpatis juga meningkat ketika Anda kurang tidur. Sistem saraf tersebut berperan sebagai penanggung jawab respons fight or flight ketika menghadapi kondisi yang menyebabkan stres.

3. Berisiko Memperparah Kondisi Depresi

Kondisi depresi sudah membuat orang mengalami sulit tidur dan depresi pun mengakibatkan seseorang kehilangan minat ke berbagai hal termasuk aktivitas tidur.

Apabila Anda sudah memiliki kebiasaan tidur yang singkat kemudian mengalami depresi, maka waktu tidur Anda akan lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.

4. Mengalami ADHD

ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder dapat dialami oleh anak-anak dan orang dewasa. Gejalanya mirip kurang tidur dan bahkan seringnya terjadi secara bersamaan.

Contohnya ngantuk di siang hari, hiperaktif, sulit dalam berkonsentrasi, hingga emosi yang kurang stabil.

Karena kurang tidur dapat menyebabkan turunnya kemampuan dalam berkonsentrasi maka dapat memperburuk terjadinya gejala ADHD.

Perbaikan terkait pola tidur menjadi komponen perawatan yang penting bagi orang dengan ADHD.

5. Mengalami Kecemasan

Kecemasan yang muncul karena kurang tidur berkaitan dengan turunnya kemampuan otak berpikir jernih. Alasannya karena kelelahan.

Ketika Anda lelah, otak menanamkan pikiran yang negatif. Akhirnya Anda akan berpikir buruk dengan lebih mudah.

Lalu, ketika Anda mengalami kecemasan maka akan memikirkan banyak hal negatif sebelum Anda tidur. Akibatnya Anda sulit tidur.

Cukup banyak pengaruh kurang tidur terhadap kesehatan mental. Oleh karena itu, penuhi kebutuhan tidur Anda dengan baik agar kesehatan mental dan fisik tetap terjaga. Dengan demikian Anda akan menjadi lebih produktif.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments