Esports merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi bagi pecinta permainan digital. Kata tersebut mengacu pada kompetisi olahraga berbasis daring. Para pemain, baik individu maupun grup, berlomba dalam gim daring.
Gim daring atau istilah populernya game online, sejak lama telah menjadi hobi yang mendatangkan hiburan bagi sekelompok orang. Semakin lama, peminat gim daring semakin berkembang dan banyak jumlahnya hingga membentuk komunitas.
Dari komunitas inilah, awal mula para pecinta gim daring menunjukkan kiprahnya melalui berbagai aktivitas. Awalnya sekedar berkumpul, bermain bersama, bercengkrama, hingga turnamen kecil-kecilan.
Dewasa ini, semakin banyak bermunculan turnamen maupun kompetisi berskala besar, yang terorganisir secara matang, juga lengkap dengan adanya fasilitas, tim pemain, bahkan sponsor dan investor.
Gim daring dan kompetisi antar pemainnya dinilai masih memiliki ruang yang lebar, untuk menjadi skena yang populer dan profesional, dan serta ekosistem penggerak ekonomi kreatif digital yang menjanjikan.
Esports di Indonesia

Pertandingan gim daring merupakan skena yang populer dan ditaksir masih akan terus berkembang di Indonesia dan secara global. Di Indonesia, dunia gim daring memiliki sejarah dan perkembangannya sendiri.
Berawal mula dari akhir tahun 1990-an, esports pertama kali dibentuk di Indonesia. Hal ini juga menjadi titik awal kiprah Indonesia dalam ranah kompetisi gim daring di kancah global, meskipun belum berhasil mencetak prestasi.
Gim daring yang diperlombakan dalam kompetisi yang awalnya masih terbatas, kini semakin beragam. Beberapa gim yang mendominasi adalah Mobile Legends, Free Fire, Arena of Valor, hingga PlayerUnknown’s Battleground: Mobile.
Secara umum, gim yang dapat diakses melalui ponsel pintar masih menjadi favorit dalam ekosistem esports di Indonesia, dikarenakan kemudahann aksesnya jika dibandingkan melalui komputer maupun konsol.
Dalam ranah kompetisi gim daring, Indonesia telah memenangkan banyak prestasi. Salah satunya pada gelaran SEA Games tahun 2023, Indonesia berhasil meraih 3 medali emas dan 2 medali perak.
Potensi di Masa Depan
Meninjau dari sejarahnya, ekosistem esports telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dari yang awalnya sekadar hobi sebagai sumber hiburan, berkembang matang menjadi lebih profesional dan penuh prestasi.
Meski berkembang pesat, dunia permainan daring ini masih memiliki ruang untuk berkembang. Salah satu harapan untuk kedepannya, genre permainan yang diperlombakan dalam kompetisi akan semakin luas daripada saat ini.
Ekosistem esports di Indonesia dinilai memiliki potensi untuk terus berkembang di masa depan. Semakin ramai pula kalangan masyarakat tertarik berkecimpung di bidang ini. Baik memberi dukungan maupun berpartisipasi secara langsung membentuk tim.
Selain dari segi teknologi dan inovasi produk, skena permainan daring juga terus digali potensi dari aspek pengembangan sumber daya manusia pelaku industri gim dan kreatif.
Salah satunya adalah perluasan lapangan kerja bagi generasi muda. Di masa depan, generasi muda didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen, namun juga kreator gim. Potensi karir lain yang bisa dikembangkan adalah manajemen atlet hingga penyelenggara kompetisi.
Sumbangsih Esports Bagi Ekonomi Kreatif
Dengan segala potensi yang ada, Indonesia memiliki peluang mengembangkan industri gim daring. Pemerintah mendukung industri gim untuk terus berkembang ke depannya, hingga bisa menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi.
Perkembangan dan inovasi gim daring di masa depan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pertumbuhan industri ini perlu didukung berbagai pihak seperti; pemerintah, akademisi, komunitas, hingga pelaku industri kreatif, secara berkelanjutan.
Dengan kemajuan serta potensi yang dimiliki, esports sudah selayaknya dipertimbangkan tidak hanya sebagai hiburan, namun juga peluang yang berpotensi memberikan sumbangsih yang signifikan bagi ekonomi kreatif Indonesia.


